
HUT ke-32 Bank Prasta, Merajut Kasih Sayang Nasabah di Hari Tumpek Krulut
January 26, 2026
Bank Prasta Konsisten Raih Infobank Award Sejak 2019, Bukti Soliditas dan Kepercayaan Nasabah
January 26, 2026PSP Bank Prasta Tekankan Filosofi “Bank sebagai Jembatan Kehidupan” di HUT ke-32
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Bank Prasta yang dirangkaikan dengan Customer Gathering bersama para nasabah setia berlangsung penuh makna di Pertenunan Werdhi Budaya, Semarapura, Klungkung, Sabtu (3/1/2026). Momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus peneguhan nilai-nilai dasar perbankan yang berorientasi pada pelayanan, kemanusiaan, dan keberlanjutan.
Anak Agung Oka Wisnu, MBA, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Prasta, dalam sambutannya menyampaikan pandangan filosofis tentang peran bank dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, bank bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan jembatan kehidupan yang menghubungkan harapan, usaha, dan masa depan.
“Bank itu jasa. Kalau kita panjangkan maknanya: “B” adalah bantu, “A” adalah anak, “N” adalah nasional, dan “K” adalah ketersediaan yang hadir di tengah masyarakat. Bank adalah jembatan untuk membantu usaha dan kehidupan,” ujarnya.
Ia mengaitkan momentum perayaan yang jatuh pada 3 Januari dengan makna spiritual dan reflektif. Dalam perhitungan simbolik, angka tersebut dimaknai sebagai pengingat keseimbangan dan kesadaran hidup, sejalan dengan suasana Tumpek Krulut, hari kasih sayang dalam tradisi Bali.
“Tumpek Krulut mengajarkan kita untuk berbuat dengan cinta. Pelayanan yang dilandasi cinta itulah yang membuat sebuah lembaga tetap hidup dan bermakna,” tuturnya.

Menurut Anak Agung Oka Wisnu, kesuksesan tidak semata diukur dari kekayaan, melainkan dari proses hidup yang dijalani secara utuh. Ia menekankan bahwa untuk menjadi sukses, manusia perlu melalui delapan aspek kehidupan, yakni finansial, kesehatan, pengendalian diri, spiritualitas dan ritual, karier, keluarga, pengembangan diri, serta kontribusi sosial kepada masyarakat.
“Modal finansial adalah jembatan awal, tetapi pelayanan dan kebijaksanaan adalah nafas kehidupan. Tanpa melayani, kita tidak benar-benar hidup,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan Bank Prasta yang berdiri sejak 1994 merupakan hasil dari kesinambungan nilai dan kekuatan generasi. Bank Prasta, menurutnya, tumbuh karena ditopang oleh tiga kekuatan utama, yakni beramal, berbuat istimewa, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks dunia usaha, PSP Bank Prasta menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, perbankan, dan masyarakat. Dana yang dititipkan di bank, lanjutnya, bukan hanya soal simpanan, tetapi menjadi sumber kesempatan bagi mereka yang membutuhkan pembiayaan untuk bangkit dan berkembang.
“Inilah makna jasa. Dana yang dihimpun menjadi kesempatan bagi yang meminjam, dan hasilnya kembali untuk kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Anak Agung Oka Wisnu juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran direksi, karyawan, dan seluruh insan Bank Prasta yang selama ini telah bekerja dengan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pengusaha dan masyarakat untuk terus bekerja sama dengan Bank Prasta. Bank adalah tempat kita belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan menuju kesuksesan yang utuh,” katanya.
Menutup sambutannya, ia berharap Bank Prasta terus menjadi ruang pembelajaran, pelayanan, dan pengabdian bagi masyarakat, serta mampu mengantarkan lebih banyak orang menuju kehidupan yang seimbang dan bermakna.
“Melalui Bank Prasta, mari kita tumbuh bersama, belajar memberi dengan arti, dan melangkah menuju sukses yang sesungguhnya,” pungkasnya.

